Tersangka Baru di Kasus Suap PLTU Riau 1 Terbuka Lebar

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

24 Agustus 2018 12:20 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka lebar untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Hal ini lantaran penyidik menemui adanya fakta baru dalam perkara yang menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah tak membantah, penyidik tengah mencium peran dari pihak lain dalam memainkan anak proyek listrik 35.000 megawatt itu. Namun begitu sejauh ini KPK belum terbuka dalam pemetaannya.

"Kami melihat fakta-fakta baru yang berkembang dalam proses penyidikan untuk mencari siapa pihak-pihak lain yang harus bertanggung jawab dalam kasus PLTU Riau-1," kata Febri, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Febri berujar pihaknya tengah mendalaminya dari sejumlah pihak yang telah diperiksa sebagai saksi untuk memperkuat bukti-bukti yang telah dikantongi KPK.

"Jadi KPK mendalami hal tersebut untuk memastikan secara lebih rinci karena Ada dugaan penerimaan sekitar Rp4,8 miliar yang sejauh ini sudah kami identifikasi dalam kasus ini," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham menjadi salah satu yang beberapa kali diperiksa intensif dalam penyidikan proyek PLTU Riau-1. Bahkan ia sempat mengakui pertemuannya bersama Dirut PLN Sofyan Basir dengan kedua tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK).

"Pokoknya saya katakan semua (pertemuan) yang terkait yang saya ketahui sudah saya jelaskan semuanya," kata Idrus, usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/8).

Idrus diduga ikut dalam pemulusan Blackgold Natural Resources Limited sebagai konsorsium penggarap proyek perusahaan bernilai US$900 juta tersebut.

"Saya katakan semua yang terkait dan sudah saya jelaskan semua jadi rinciannya ya tidak etis kalo saya jelaskan semua nanti dianggap malah enggak bagus," kata Menteri Sosial itu.

Diketahui, Eni Maulani Saragih diduga menerima suap Rp4,8 miliar dari pengusaha Johannes B Kotjo untuk mengatur Blackgold Natural Resources Limited masuk dalam konsorsium yang mengerjakan proyek PLTU Riau-1. Pasalnya, PT. PLN telah menunjuk anak usahanya yakni PT PJB untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya