Tangis Dirhan Pecah saat Ceritakan Kondisi Diani Aisyah di Wuhan pada Khofifah
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya — Tangis Dirhan warga Petemon III Surabaya pecah ketika menceritakan Kondisi Diani Aisyah anaknya yang masih terisolasi di kota Wuhan, provinsi Hubei, Cina. Dalam pertemuan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu, Dirhan berharap agar pemerintah segera memulangkan para mahasiswa yang masih terisolasi di kota Wuhan.
"Saya berharap agar mereka secepatnya dievakuasi Ibu Gubernur mereka tidak mungkin menangis seperti saya tetapi mereka sekarang ini sangat menderita," kata Dirhan warga Petemon Surabaya pada Rabu (29/1/2020).
Dirhan adalah orang tua dari Diani Aisyah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang mendapat beasiswa bahasa Mandarin di Central Cina National University di Wuhan. Melalui panggilan telepon kata dirhan anaknya mengabarkan bahwa sejak 22 Januari lalu Kota Wuhan telah diisolasi oleh pemerintah, setelah virus corona menyebar.
"Kalau tahunya pada tanggal 22 katanya nggak boleh pergi dan kampus diiburkan. Ini saya tambah khawatir," tambahnya.
Dikatakan Dirhan, karena adanya isolasi itu anaknya mengaku kesulitan untuk membeli bahan makanan di luar. Pasalnya, beberapa pasar dan supermarket ditutup mereka harus berebut dengan warga setempat untuk mendapatkan barang dan beberapa makanan untuk kebutuhan sehari-hari.
Untuk diketahui, ada sekitar 248 mahasiswa asal Jawa Timur yang menempuh pendidikan tinggi di di provinsi hubei Cina. Selain di Wuhan, para mahasiswa juga tersebar di beberapa wilayah seperti tianjin shandong dan beberapa kota lainnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
