Puluhan Ekor Penyu Hijau Gagal Diseludupkan di Bali
Anonymous
Denpasar
Sementara Muh mengaku, dirinya baru dua kali melakukan perdagangan penyu, pertama dilakukan menjelang Hari Raya Galungan lalu sebanyak 10 ekor.
Menurutnya, sebanyak 27 penyu itu akan dijual kepada seseorang di Denpasar seharga Rp20 juta.
Untuk menyelamatkan penyu-penyu tersebut, polisi juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta aktivis pelestari penyu dari Kelompok Kurma Asih.
Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Anom Astika Jaya mengatakan, dari pengamatan yang dilakukan sebagian besar penyu itu stres.
"Sebelum dilepaskan kembali ke alam liar, harus diobservasi dulu agar tidak stres. Kami siap menampung untuk memulihkan kondisi penyu-penyu ini," katanya pula.
Sebagai aktivis yang sudah melepaskan ribuan anak penyu ke laut, ia mengaku prihatin dengan ulah oknum masyarakat yang masih memperdagangkan satwa dilindungi tersebut.
Ukuran penyu ia mengatakan, rata-rata sudah berumur puluhan tahun, bahkan ada antara 80 sampai 90 tahun.
Menurutnya, perairan Kabupaten Jembrana merupakan daerah lintasan penyu hijau saat migrasi, sementara untuk bertelur penyu jenis ini memilih di pantai daerah Pulau Jawa.
Sedangkan Wayan Suamba, salah seorang petugas BKSDA sepakat, penyu-penyu tersebut dibawa ke lokasi penangkaran Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih sebelum dilepaskan ke laut.
Pengangkutan 27 ekor penyu itu ke penangkaran, selain pihak Kurma Asih membawa dua kendaraan terbuka, Polres Jembrana juga menambah dengan kendaraan operasional agar satwa itu bisa secepatnya diangkut.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
