Ketegangan Polri dan Kejagung terkait Densus 88 Kuntit Jampidsus, Ini Kata Presiden Jokowi
Juan Santoso Situmeang
Jakarta
“Adem, saya sudah (sambil memperagakan gandengan tangan), kapolri dan Jaksa Agung,” ujarnya.
Menkopolhukam mengatakan jika berita terkait Densus 88 menguntit Jampidus itu hanya simpang siur saja. Namun, kata Hadi, secara umum situasi aman tidak ada.
“Biarlah saya nanti yang akan berbicara dengan keduanya (Kapolri dan Jaksa Agung), yang penting mayarakat melihat kedua institusi ini tetap terjaga marwahnya. Percaya sama saya, tidak ada apa-apa, semua aman,” kata Hadi Tjahjanto.
Sebelumnya, beredar berita dan video di media massa terkait Jampidus, Febrie Andriansyah yang dikuntit oleh dua personel Densus 88 di salah satu restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Kemudian, pengawal Febri yang merupakan anggota Polisi Militer (PM) curiga gerak gerik dua orang yang berada satu ruangan dengan Jampidsus langsung mendekat, satu berhasil diamankan PM, seorang lainnya kabur.
Identitas personel Densus 88 terungkap yakni Bripda.IM setelah diinterogasi akhirnya diserahkan ke Mabes Polri.
Penguntintan tersebut juga dikaitkan dengan lima kasus korupsi besar yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.
Lima kasus itu adalah korupsi PT. Timah dengan kerugian Negara Rp271 triliun. Kemudian, kasus crazy rich Surabaya vs PT. Antam dengan kerugian Negara Rp1,1 triliun.
Berikutnya, korupsi PT. Asuransi Jiwasraya dengan kerugian Negara Rp16,8 triliun. Keempat, korupsi Kementerian Kominfo dengan kerugian Negara hingga Rp8 triliun dan terakhir kasus impor gula Kemandag dengan PT. SMIP. (*)
Presiden Jokowi
Densus 88
kuntit jampidsus
kasus korupsi
jaksa agung
kapolri
listyo Sigit prabowo
ST Burhanuddin
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
