Kecamatan Pekalongan Masuk Zona Merah DBD
Anonymous
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Banyaknya warga Lampung Timur (Lamtim) yang terserang demam berdarah dengue (DBD) pada tahun lalu, membuat pemerintah daerah setempat waspada.
Apalagi, saat ini memasuki musim hujan yang menimbulkan genangan air di mana-mana, yang memungkinkan nyamuk pembawa virus dengue, aedes aegypti, berkembang biak.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lamtim, Nanang Salman, pihaknya bersama bupati Lamtim, Zaiful Bukhori, telah turun dan memberikan imbauan ke masyarakat.
”Agar melakukan pencegahan dengan cara menguras , menutup, dan mengubur (3M). Pemantauan dilakukan di Kecamatan Pekalongan yang setiap tahun menyumbang pasien DBD terbanyak,” paparnya, Minggu (2/2/2020).
Berkaca dari tahun lalu, tercatat 101 warga Lamtim yang terserang DBD. Data ini dari Juni hingga Oktober 2019. Rinciannya, pada Juni sejumlah 34 orang, Juli (29), Agustus (21), September (2), dan Oktober (15).
Zaiful sendiri menerangkan saat ini musim hujan menggema di mana – mana. Banjir pun terjadi. Hal ini dapat menyebabkan sarang nyamuk semakin banyak.
"Karena itu, kita melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Dimulai dari Desa Sukadana Ilir, nantinya terus bergerak ke semua kecamatan dan desa di Lamtim," paparnya
Dia dalam kesempatan itu berterimakasih kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam rangka memberantas sarang nyamuk.
Dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk itu, Pemkab Lamtim membagikan bubuk abate kepada masyarakat Sukadana Ilir dan Sanitarian Kit untuk Puskesmas Sukadana. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
