Arinal Klaim 10 Komoditi Lampung Mendunia
Gueade
Bandarlampung
Arinal memaparkan bila dilihat kembali statistik luasan lahan kering di Sumatera terdapat lebih 29 juta hektare dan sebesar 2,65 juta hektare berada di Provinsi Lampung.
Pada abad ke-21, jelas Gubernur Arinal, ekonomi Indonesia sangat tergantung pada pertanian dan bukan pada teknologi informatika semata, termasuk tekonolgi pertanian.
Namun kebutuhan pokok akan pangan juga jangan terabaikan. Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan sistem usaha pertanian karena semua usaha pertanian berbasis sumber daya lahan.
Guna mencapai kemandirian pangan secara nasional tidaklah mudah, ada beberapa persoalan klasik yang harus segera dituntaskan terlebih dulu.
Pertama, rendahnya investasi dalam negeri pada sektor infrastruktur pertanian, seperti akses jalan, irigasi, sistem logistik dan gudang penyimpanan yang pastinya berdampak pada tingginya biaya transportasi untuk mengangkut hasil panen tanaman pertanian.
"Terkait infrastruktur, tahun 2022 jalan provinsi di semua Kabupaten akan dilakukan serentak. Kemudian, irigasi sudah saya bicarakan, mengingat lahan ini bisa betul-betul bermanfaat untuk kepentingan komoditas. Terkait penyimpanan, akan baik apabila terdapat kontinuitas produksi," jelasnya.
Kedua, alih fungsi lahan menjadi non-pertanian membuat lahan pertanian menjadi semakin berkurang. Fakta seperti sudah sering terjadi di banyak wilayah pertanian.
Ketiga, ketidakstabilan pasar nasional maupun internasional merupakan problematika yang sering dihadapi. Untuk memenuhi kebutuhan pangan sekalipun Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Perpres No. 71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Kebutuhan Penting.
Keempat, kebijakan politik yang diputuskan cenderung belum mengakomodir persoalan pangan di daerah terutama yang berkaitan dengan berorientas kepada konsep kemandirian pangan.
Terkait dengan strategi mewujudkan kemandirian pangan, lanjut Arinal, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas teknis telah mencanangkan program sebagai program prioritas peningkatan produksi pangan utama berkelanjutan di Provinsi Lampung.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
