Dari 35 Anggota DPRD Lambar, Hanya Satu Buka Suara Tanggapi Janji PUPR Soal Jalan Rusak
Arya Besari
Lampung Barat
“Gotong royong itu mulia, tapi kalau dilakukan karena pemerintah lambat, itu alarm bagi kita semua,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Nopiyadi turun langsung ke lokasi gotong royong dan memberikan bantuan pribadi berupa 200 karung, air minum, serta konsumsi ringan untuk warga.
“Sebagai anggota dewan, kami tidak hanya memberi apresiasi simbolis, tapi juga ikut turun langsung membantu masyarakat,” katanya.
Ia berjanji akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas melalui pembahasan anggaran.
“Sebagai wakil rakyat, saya punya tanggung jawab moral memastikan masalah ini segera selesai dan ada solusi permanen,” tambahnya.
Menurutnya, kondisi jalan rusak tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berdampak pada dunia pendidikan dan pelayanan publik.
“Anak sekolah sulit berangkat, pedagang kehilangan pelanggan, bahkan akses layanan pemerintahan ikut tersendat,” ucap Nopiyadi.
Nopiyadi berharap, langkah Dinas PUPR kali ini benar-benar terealisasi di lapangan.
Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh terus menunggu tanpa kepastian.
“Saya tidak ingin rakyat kehilangan kepercayaan. Ini soal tanggung jawab moral pemerintah kepada masyarakatnya,” tegasnya.
Anggota DPRD Lambar
Satu Anggota
buka suara
jalan rusak
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
