Curhat Orangtua Peserta Lomba Renang Kapolda Cup: Anak Batal Tanding, Ada yang Pulang-pulang Sakit
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Kejuaraan Renang Lampung Swimming Festival (LSF) Kapolda Lampung Cup 2025 di Kolam Renang Pahoman menyisakan banyak keluhan.
Tak hanya disampaikan langsung oleh orangtua peserta, curhatan juga membanjiri kolom komentar Instagram @Rilislampung. Masalah utama: buruknya manajemen waktu oleh panitia.
Sejumlah orangtua mengaku anak-anak mereka sudah menunggu sejak pagi, tapi baru mendapat giliran tanding malam hari.
Tak sedikit yang akhirnya memilih pulang karena terlalu lama menunggu agar tampil. Ada juga peserta anak-anak yang menangis hingga sakit karena kelelahan.
“Iya sangking lamanya menunggu jadi tadi anak saya nggak ikut pertandingan karena sudah tidak fokus lagi. Sedih sudah menunggu dari pagi sampai malam ternyata nggak ikut lomba,” tulis akun @Yossidespiani.
“Nunggu dari jam 12 siang sampai jam 18.30 belum dipanggil lomba, anak-anak sudah capek, lemes, ahirnya pulang nggak ikut lomba, panitianya keren nggak peduli acara mau gimana yang penting yang daftar banyak ya kan,” tulis akun @Rachmaalinabarra
“Anak saya pulang-pulang masuk angin, menunggu dari siang dapat giliran malam hari jam 19.30, kondisi cuaca hujan dan dingin,” tulis akun @Febryyunanda.
Yang lain juga mengeluhkan ketidaksiapan panitia dalam mengelola semua peserta yang jumlahnya ribuan orang, padahal setiap peserta sudah bayar uang pendaftaran yang nilainya tidak murah.
“Parah banget sih, management waktunya kurang banget preparenya, mengingat biaya lomba yang nggak murah dan panitia yang sekian banyaknya, dan tim medicnya kurang gercep,” tulis akun @Jessey.ang
Mereka juga mengeluhkan terkait nomor lomba untuk anak-anak yang jadwal tandingnya dibuat terakhir. Harusnya panitia perhatikan kemampuan fisik anak sesuai umur.
kejuaraan renang
Kapolda lampung cup
lomba renang Lampung
Lampung Swimming Festival
panitia tidak becus
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
