Jangan Jadikan Vaksin Bisnis di Ambang Kematian Rakyat

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

20 Januari 2021 06:01 WIB
Perspektif | Rilis ID
M. Rizki Al Safar, Ketua Umum HMI Cabang Bandarlampung
Rilis ID
M. Rizki Al Safar, Ketua Umum HMI Cabang Bandarlampung

Apalagi di media akhir-akhir ini memberitakan bahwa ada 33 orang telah meninggal di Norwegia dalam waktu singkat setelah menerima dosis pertama dari vaksin Covid-19 buatan Pfizer Inc yang dinilai memiliki efikasi 95 persen, berbeda dari Sinovac dengan efikasi 65,3 persen.

Menurut Badan Obat Norwegia (NMA) dari kematian tersebut 13 telah diautopsi dengan hasil menunjukkan bahwa efek samping yang umum mungkin telah berkontribusi pada reaksi parah pada orang tua yang lemah.

Di awal kemunculan berita orbitnya vaksin Covid-19, masyarakat menyambut antusias. Masyarakat berharap vaksin tersebut dapat memperbaiki kesehatan masyarakat Indonesia dari wabah virus corona.

Pro-kontra yang terjadi di masyarakat hari ini disebabkan oleh efikasi vaksin tersebut belum terbukti aman, efek samping, dan mencegah penyebaran Covid-19 di tubuh manusia secara efektif. Sekiranya hal itu terbukti, masyarakat tak akan ragu dan bisa jadi berebut dalam menerima vaksin tersebut.

Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya efikasi vaksin dan efek samping menjadi jawaban. Jangan sampai vaksin hanya justru menjadi bisnis pemerintah, bisnis di atas ambang kematian rakyat. (*)

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya