Jangan Jadikan Vaksin Bisnis di Ambang Kematian Rakyat

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

20 Januari 2021 06:01 WIB
Perspektif | Rilis ID
M. Rizki Al Safar, Ketua Umum HMI Cabang Bandarlampung
Rilis ID
M. Rizki Al Safar, Ketua Umum HMI Cabang Bandarlampung

Karenanya, vaksin kini bisa dibilang jadi tumpuan optimisme. Itu juga dengan banyak catatan. Satgas Pemulihan Nasional (PEN) juga menyebutkan jika vaksin diharapkan bisa menjadi 'penolong' ekonomi nasional.

Catatan paling mendasar adalah jumlah minimal populasi tervaksinasi harus tercapai agar vaksin optimal berperan memagari masyarakat dari wabah dan pengedukasian kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin.

Yang menjadi pertanyaan awal adalah, "Apakah masyarakat mau divaksin?"

Meski Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, telah mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin atau Emergency Use Authorization (UEA) vaksin Sinovac produksi Sinovac Biotech Inc, Namun pro dan kontra penyuntikan vaksin di kalangan masyarakat juga masih terjadi. Padahal, sosialisasi serta edukasi tentang program vaksinisasi yang dilakukan pemerintah terus digaungkan.

BPOM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin CoronaVac, produksi Sinovac Biotech Inc yang berkerja sama dengan PT Bio Farma pada Senin, 11 Januari 2021.

Keputusan tersebut didasarkan dari hasil uji klinis tahap tiga yang dilakukan di Bandung serta Brazil dan Turki. Di mana hasil uji klinisnya tahap tiga di Bandung menunjukan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen. Sedangkan di Brazil menunjukan efikasi sebesar 78 persen dan Turki sebesar 91,25 persen.

Hasil tersebut menurut BPOM, telah memenuhi persyaratan otoritas kesehatan dunia (WHO) dengan minimal efikasi vaksin sebesar 50 persen.

Efikasi dari vaksin Sinovac tersebut benar di atas 50 persen, tetapi efek samping dari vaksin tersebut masih diragukan oleh masyarakat.

Banyaknya masyarakat yang khawatir akan efektivitas dan efek samping dari vaksin tersebut lantaran ke simpangsiuran pemberitaan yang terjadi di media sosial akan vaksin Sinovac asal Tiongkok tersebut.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia sudah seharusnya menerima vaksin tersebut demi mencegah peningkatan korban dari pandemi ini. Walaupun tetap ada kekhawatiran yang menggelayuti mengenai uji klinis dan efek samping, namun masyarakat diminta untuk percaya kepada pemerintah.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya