Pesan Pratama Wijaya Sebelum Meninggal: Kalau Mama Sayang Jangan Cerita-Cerita, Saya Ini Mau Dibunuh…

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

4 Juni 2025 00:33 WIB
Hukum | Rilis ID
Wirna Wani, ibu almarhum Pratama Wijaya Kusuma saat melapor ke Polda Lampung. Foto: ist
Rilis ID
Wirna Wani, ibu almarhum Pratama Wijaya Kusuma saat melapor ke Polda Lampung. Foto: ist

RILISID, Bandar Lampung — Kasus meninggalnya Pratama Wijaya Kusuma, Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Lampung memasuki babak baru.

Ibu dari Almarhum, Wirna Wani (41) akhirnya membuat Laporan Polisi ke Polda Lampung, atas hilangnya nyawa anak yang ia sayangi, Selasa (3/6/2025).

Di hadapan wartawan, Wirna Wani mengungkap bagaimana ketakukan yang dirasakan almarhum sebelum meninggal dunia.

Pratama Wijaya mengaku nyawanya diancam oleh orang lain. Ia pun memohon kepada sang ibunda agar tidak menceritakan peristiwa yang telah dialaminya.

“Diam Mama, jangan ngomong-ngomong. Kalau Mama sayang Udo (panggilan korban di rumah) Mama jangan cerita-cerita. Mama nyawa aku ini diancam. Rumah kita jauh,” kata Wirna menirukan perkataan anaknya sambil menangis.

“Nanti aku diincar Mama. Mau dibunuh katanya gitu,” kata Wirna didampingi Penasehat Hukumnya Icen Amsterly dan tim dari LBH Sungkai Bunga Mayang di Gedung SPKT Mapolda.

Almarhum mengaku selama ikut diksar ditendang hingga diinjak-injak di bagian perut dan dada oleh para senior. Alasannya untuk melatih fisik dan mental.

“Saya ditendang dadanya, ditendang perutnya. Diinjak-injak. Cuma saya mau ngadu nggak boleh, nyawa diancam saya,” ujarnya menirukan perkataan Pratama.

Wirna mengaku tidak terima setelah mengetahui anaknya dianiaya habis-habisan dengan dalih kegiatan organisasi.

Ia pun memita agar Pratama melawan jika ada perbuatan para seniornya yang sudah kelewat batas.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Pratama Wijaya Kusuma

kasus kekerasan

penganiayaan

ormawa

Unila

mahasiswa Unila

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya