Kasus Penggerebekan, Belasan Oknum Polisi Diduga Intimidasi Ketua AMSI Lampung
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Pas saya ke luar mobil, baru melangkah beberapa meter, serentak mereka ke luar dari mobil dan yang di dekat motor juga bergerak ke arah saya. Malah salah satu dari mereka langsung menghampiri saya. Tapi gerakan mereka mendadak berubah arah saat aparat Kamtibmas muncul,” sambungnya.
Hendri yang merasa ada hal janggal dengan kedatangan belasan orang itu langsung mengonfirmasi ke Ervin.
Oknum polisi itu mengakui orang-orang di luar adalah rekan-rekannya sesama anggota satu leting.
Tapi dia berkilah, kedatangan mereka bukan atas permintaannya. Melainkan atas perintah Danton (komandan pleton) dengan alasan untuk mendampinginya.
“Logikanya, bagaimana mungkin rekan-rekannya bisa kompak datang dan tahu lokasi kediaman RT, kalau tidak ada yang memberi tahu,” kata dia.
“Kemudian kalau benar keterangan seperti disampaikan Ervin bahwa mereka kiriman danton, apa iya perlu mengerahkan anggota sebanyak itu. Yang akhirnya malah terkesan show force,” sesalnya.
Saat ditanya apakah para oknum itu tidak tahu kalau dirinya jurnalis, Ervin mengaku tidak tahu.
Padahal dari awal Hendri telah menyebutkan profesinya sebagai wartawan dan Ketua AMSI Lampung agar Ervin kooperatif dan persoalan itu cepat selesai.
“Wartawan dan polisi adalah mitra. Bahkan di organisasi saya pun hubungan kami dengan Polda Lampung terjalin baik. Tapi saya tidak tahu bagaimana pikiran Ervin,” terangnya.
Namun, terlepas para oknum polisi itu mengetahui statusnya atau tidak, Hendri mempertanyakan apakah memang demikian respon selaku penegak hukum dalam menyikapi sebuah kejadian.
intimidasi
AMSI Lampung
Hendri Setiadi
Hendri STD
oknum Polisi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
