Kapolda Lampung Beberkan Ribuan Perkara Sepanjang 2025, Kejahatan Jalanan Paling Banyak

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

29 Desember 2025 14:32 WIB
Hukum | Rilis ID
Kegiatan rilis akhir tahun yang dipimpin oleh Kapolda Lampung. Foto: Tampan Fernando.
Rilis ID
Kegiatan rilis akhir tahun yang dipimpin oleh Kapolda Lampung. Foto: Tampan Fernando.

RILISID, Bandar Lampung — Polda Lampung memaparkan dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang 2025 dalam Rilis Akhir Tahun yang digelar Senin (29/12/2025). Data kepolisian menunjukkan jumlah tindak pidana mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, meski berbagai upaya pengungkapan dan penindakan terus digencarkan melalui sejumlah operasi kepolisian.

Sepanjang Januari hingga November 2025, total laporan kejahatan (crime total) tercatat sebanyak 11.954 kasus. Angka tersebut meningkat 876 kasus dibanding periode yang sama pada 2024. Dari jumlah itu, Polda Lampung berhasil menyelesaikan 4.312 perkara, meskipun tingkat penyelesaian perkara (crime clearance) tercatat menurun.

Berdasarkan pemetaan kasus menonjol, kejahatan jalanan (street crime) masih menjadi yang paling dominan. Sepanjang 2025, tercatat 7.031 kasus, naik 533 kasus dibanding tahun sebelumnya. Namun, penyelesaian perkara pada kategori ini justru menurun, dari 3.648 kasus pada 2024 menjadi 2.526 kasus pada 2025.

Tren peningkatan juga terjadi pada kejahatan yang menyasar kelompok rentan dan berbasis gender. Sepanjang 2025, tercatat 846 kasus, meningkat 58 kasus dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, kepolisian menyelesaikan 403 perkara, lebih rendah dibanding capaian 2024.

Sementara itu, kejahatan pertanahan atau mafia tanah menjadi jenis kejahatan dengan lonjakan tertinggi secara persentase. Jumlah laporan naik dari 67 kasus pada 2024 menjadi 95 kasus pada 2025. Namun, tingkat penyelesaiannya menurun hampir separuh, dari 40 kasus menjadi 19 kasus.

“Kami akui, beberapa jenis kejahatan memiliki kompleksitas tinggi, seperti mafia tanah dan kejahatan terorganisir. Penanganannya membutuhkan waktu, kehati-hatian, serta dukungan lintas sektor,” ujar Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf.

Di sisi lain, kinerja penanganan tindak pidana khusus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, tercatat 361 perkara kriminal khusus, meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Penyelesaian perkara melonjak signifikan menjadi 234 kasus, atau naik lebih dari 50 persen dibanding 2024.

Kasus korupsi menjadi salah satu sorotan utama. Sepanjang 2025, nilai kerugian negara yang berhasil diungkap mencapai Rp51 miliar, melonjak tajam dari sekitar Rp4,7 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, penyelamatan aset negara juga meningkat menjadi Rp1,11 miliar.

“Penegakan hukum terhadap korupsi dan kejahatan khusus kami dorong lebih agresif, namun tetap mengedepankan akuntabilitas dan pembuktian yang kuat,” tegas Helfi.

Kapolda menambahkan, seluruh capaian dan kekurangan sepanjang 2025 akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Polda Lampung akan memperkuat strategi pencegahan, patroli berbasis kerawanan, serta peningkatan kualitas penyidikan.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Polda Lampung

rilis akhir tahun

Kapolda Lampung

kasus kejahatan lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya