Anggota Polisi di Lampung Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Ada Bekas Sayatan di Leher
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Seoranga anggota polisi di Way Kanan Brigadir Polisi (Brigpol) EA ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, di Kampung Banjar Negara, Kecamatan Baradatu, pada Selasa (7/1/2025) sekira pukul 15.00 WIB.
Di bagian leher anggota Banit Reskrim Polsek Pakuan Ratu itu terdapat luka sayatan senjata tajam.
Kapolres Way Kanan, AKBP Adanan Mangopang, membenarkan adanya peristiwa polisi ditemukan tewas di rumahnya. Dia mengatakan, sampai saat ini polisi masih melakukan investigasi di lokasi kejadian.
“Benar, Brigadir Polisi EA, anggota Banit Reskrim Polsek Pakuan Ratu, Polres Way Kanan ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya, sekitar pukul 15.00 WIB," kata AKBP Adanan Mangopang.
"Dari hasil pemeriksaan visum et repertum atau pemeriksaan luar ada luka sayatan di bagian leher dan korban pun saat ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” terangnya.
AKBP Adanan menambahkan, untuk mengetahui penyebab kematian korban sampai dengan saat ini polisi masih melakukan proses penyelidikan.
"Peristiwa ini masih kita dalami lebih lanjut. Jika ada informasi lainnya akan kita sampaikan kembali," ungkapnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik mengatakan saat ini tim gabungan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif di balik tindakan tersebut.
"Benar, ada seorang anggota Polres Way Kanan yang diduga melakukan tindakan melukai diri yang mengakibatkan meninggal dunia. Saat ini, motifnya masih dalam proses penyelidikan, sehingga kami belum bisa memberikan keterangan pasti terkait penyebab kejadian ini," kata dia, Rabu (8/1/2025).
Umi mengatakan anggota berpangkat Brigadir Satu (Briptu) ditemukan dengan luka pada leher akibat benda tajam.
polisi tewas
Polda Lampung
Polres Way Kanan
polisi meninggal
polisi bunuh diri
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
