Rektor Teknokrat Bagikan Kisah Sukses dari Lembaga Kursus Menjadi Universitas
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E. MBA. membagikan kisah sukses kampusnya dari lembaga kursus menjadi universitas.
Kisah itu dipaparkan Nasrullah dalam Forum Rektor Indonesia (FRI) di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/11/2025). Turut hadir beberapa menteri, gubernur, para rektor, dan undangan lainnya.
Nasrullah mengungkapkan Yayasan Pendidikan Teknokrat berdiri di Bandar Lampung pada 19 Februari 1986. Teknokrat semula lembaga kursus dan bimbingan yang mendapat dari Departemen Pendidikan Kebudayaan saat itu.
"Saat itu, saya mendirikan Teknokrat sebagai lembaga kursus harus menjual motor bekas merek Bajaj sebesar Rp1,6 juta," katanya.
Pada awal berdiri, Yayasan Pendidikan Teknokrat memberikan kursus bahasa Inggris, akuntansi, bimbingan belajar, dan mengetik manual.
Nasrullah memaparkan jumlah siswa yang menimba ilmu di lembaga kursusnya hanya 32 orang. Mereka mengikuti kursus akuntansi, mengetik manual, dan bahasa Inggris.
Karena keterbatasan modal, Nasrullah dan istrinya, Hernaini, ikut turun tangan untuk mengajar para siswanya.
Pada 1995, kursus dan bimbingan Technocrat berganti nama dalam rangka Indonesianisasi menjadi Lembaga Pendidikan Teknokrat.
Lembaga Pendidikan Teknokrat berkembang pesat dan terus meningkatkan peran sertanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendirikan Perguruan Tinggi Teknokrat pada 2000.
Perguruan tinggi ini terdiri dari tiga institusi, yaitu Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Teknokrat, dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Teknokrat.
Rektor Teknokrat
Kisah Sukses
Lembaga Kursus
Universitas Teknokrat Indonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
