Libatkan Ibu Rumah Tangga, Ini Upaya Penanganan Sampah di Kota Karang
Agus Pamintaher
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Menangani masalah sampah di Kelurahan Kota Karang, Kota Bandar Lampung, para ibu rumah tangga bersama Mitra Bentala dan Global Plastic Action Partnership (GPAP), melakukan pertemuan pada hari Jumat (11/7/2025).
Yustina (40) warga Kota Karang mengaku, sampah yang ada saat ini menjadi masalah di Kelurahannya selain berasal dari rumah tangga juga dari laut yang terbawa saat rob.
Ia berharap agar sampah yang ada saat ini terutama sampah plastic ditangani dan dikelola serta dipilah-pilah dari rumah tangga sebelum dimanfaatkan atau dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
"Saya berharap ada seperti Bank sampah sehingga bisa dimanfaatkan dan ada nilai ekonominya," harap Yustina.
Like selaku staf lapangan Mitra Bentala berharap kepada ibu rumah tangga mulai membiasakan penggunaan alat yang bisa dipakai berkali-kali dan salah satunya untuk mengurangi jenis sampah plasti.
"Kesehatan anak-anak masa depan tergantung dari ibu rumah tangga yang mengelola sumber sampahnya, jika kurang bbaik maka berdampak buruk terhadap mereka di masa yang akan datang," kata Like.
Sementara itu Mashabi mewakili Direktur Mitra Bentala menyebut, sampah harian paling banyak diproduksikan oleh rumah tangga atau domestic.
Hampir setiap orang, masing-masing diperkirakan menghasilkan sampah harian sebanyak kurang lebih 0,6-0,8 kilogram setiap harinya.
"Bayangkan jika di dalam rumah tangga itu terdiri dari lima orang, bisa diprediksi dalam satu hari sampah yang dihasilkan mencapai 3-4 kilogram," kata Mashabi.
Menurut Mashabi, dari semua sampah yang dihasilkan, salah satunya adalah sampah plastik atau sampah non organik yang tergolong susah dihancurkan.
Sampah
ibu rumah tangga
kota karang
Bandar Lampung
Mitra Bentala
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
