Gejala HIV Baru Diketahui Setelah Bertahun-Tahun, Begini Cara Penularannya
Yudha Priyanda
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Gejala bagi penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) baru dapat terlihat setelah bertahun-tahun terpapar virus tersebut. Gejalanya baru terlihat setelah 5, 10, 15, bahkan 20 tahun kemudian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung dr. Liskha Sandi menjelaskan, screening HIV menjadi penting dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit.
“Oleh karena itu, screening yang cepat lebih baik dilakukan untuk memutus mata rantai HIV,” ujarnya saat dimintai keterangan, Selasa (24/2/2026).
dr. Liskha menjelaskan, meskipun screening HIV adalah upaya pencegahan dan memutus rantai penularan, tetapi masyarakat diharapkan tidak menjauhi para penderita HIV.
Para penderita, lanjutnya, harus tetap diberikan ruang dalam berinteraksi dengan masyarakat. Interaksi berupa sentuhan dan mengobrol tidak serta-merta langsung menularkan HIV.
“Bagaimana penularannya? Tidak terlalu mengkhawatirkan. Selayaknya bersentuhan, berpelukan tidak bisa menularkan,” bebernya.
“Jalan penularannya itu dari luka ke luka, kemudian dari jarum suntik yang sudah dipakai oleh penderita, dari transfusi darah penderita HIV, dan juga hubungan badan. Dan penularan HIV dari ibu ke anak,” tambahnya.
Pemerintah, jelasnya, memiliki program triple eliminasi untuk ibu hamil guna mencegah penularan ibu ke anak. Triple eliminasi merupakan upaya mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil kepada bayinya.
Menurutnya, program ini berfokus pada penghentian transmisi secara vertikal atau dari ibu ke anak sejak masa kehamilan.
Meskipun begitu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya penularan HIV.
Bandar Lampung
HIV
Dinkes
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
