Cerita Staf Peneliti PSMO UBL, Jalani Puasa hingga 18 Jam di Rusia
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Ramadan di Rusia menjadi pengalaman unik bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di tengah tantangan durasi panjang dan cuaca dingin. Dengan wilayah yang membentang luas, lama berpuasa di Rusia sangat bervariasi.
Di Moskow, umat Muslim berpuasa sekitar 17 hingga 18 jam, sementara di wilayah utara seperti Murmansk, durasinya bisa lebih dari 20 jam sehari.
Salah satu pengalaman menarik datang dari Dandi Efendi, Staf Peneliti di Pusat Studi Mekatronika dan Otomatisasi (PSMO) Universitas Bandar Lampung (UBL), yang sedang menempuh pendidikan Magister (S2) Mekatronika dan Robotika di Ural Federal University, Rusia bersama lham Miranto dan Putra Saheri dari Lab Teknik Mesin UBL.
Saat ini, Dandi tengah mengikuti kelas persiapan di Tyumen Industrial University di Kota Tyumen.
Tahun ini menjadi pengalaman pertamanya menjalani Ramadhan di Rusia, yang ia jalani dengan penuh tantangan dan adaptasi.
"Di sini bukan mayoritas Islam, jadi tidak ada perayaan khusus saat Ramadhan seperti di Indonesia," ujar Dandi saat dihubungi via WhatsApp (Rabu, 12/03/2025).
Namun, ia menekankan bahwa masyarakat Rusia sangat menghargai keberagaman dan memiliki toleransi beragama yang tinggi.
"Katanya orang Rusia cuek dan jutek, tapi kenyataannya mereka sangat ramah dan mengedepankan toleransi," tambahnya.
Selain perbedaan budaya, cuaca dingin juga menjadi tantangan besar.
"Meskipun sekarang sudah masuk musim semi, suhu masih bisa mencapai -30 derajat Celsius, dan salju masih ada di mana-mana. Bedanya dengan musim dingin hanya langit yang lebih cerah dan durasi siang yang lebih panjang," jelasnya.
UBL
universitas Bandar Lampung
mahasiswa UBL
rusia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
