Ternyata Ini Sejarahnya Cokelat Jadi Tradisi Wajib saat Valentine, Tak Banyak Orang Tahu!
Rimadani Eka Mareta
Jakarta
Di pertengahan Februari berkisar pada tanggal 14, ada festival Romawi bernama Lupercalia, yang merayakan datangnya musim semi, termasuk mengadakan upacara kesuburan dan memasangkan para pria dan wanita.
Selain itu, ada versi yang cukup populer berkaitan dengan kematian St. Valentine, seorang imam dan uskup di Terni Italia pada 14 Februari 270 M. Saat itu, Kaisar Claudius II yang melarang para laki-laki yang belum memiliki pasangan untuk menikah dan menjadi bala tentara. Namun, St. Valentine menentang keputusan tersebut dan malah menyelenggarakan prosesi pernikahan bagi pasangan muda, hingga akhirnya ia dihukum mati.
Hubungan Hari Valentine dengan Coklat
Tradisi memberi coklat yang saat ini identik dengan merayakan Hari Valentine mempunyai kaitan yang berawal dari ide seseorang pada abad ke 19.
Menurut Melchocolates.com, awalnya coklat dikonsumsi sebagai minuman pahit dalam upacara keagamaan disajikan dan dinikmati oleh elit suku Maya dan Aztec.
Pada abad ke-16, kedatangan bangsa Spanyol menandai titik balik dalam sejarah coklat.
Dimana penjajah Spanyol mulai mengadaptasinya dan menyajikannya sebagai minuman panas dengan menambahkan bumbu seperti kayu manis.
Pada akhir abad ke-17, coklat mulai diimpor ke wilayah lain di Eropa dan hanya dikonsumsi oleh orang-orang kaya.
Hingga abad ke-19, coklat diketahui masih diproduksi dan disukai oleh kalangan atas, khususnya keluarga kerajaan Inggris.
Cokelat
Valentine
kasih sayang
hari
Asmara
cinta
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
