Siap-siap! Pekan Kedua April, Lampung Memasuki Musim Kemarau
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengingatkan masyarakat lebih menjaga kondisi tubuh di tengah musim pancaroba.
Terlebih, pada masa transisi ini memiliki pola panas di pagi hingga sore dan baru hujan saat menjelang malam atau malam hari.
"Pada masa pancaroba biasanya hujan akan terjadi di sore hari," papar Kepala BMKG Lampung, Kukuh Ribudiyanto, saat dimintai keterangan, Minggu (26/3/2023).
Kukuh menyampaikan dalam masa pancaroba seperti ini tentunya ada banyak hal yang harus diwaspadai.
Sebab, panas yang terik dan kelembaban yang tinggi, akan memengaruhi kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh.
Juga, potensial cuaca ekstrem di mana hujan lebat dengan waktu relatif pendek bisa terjadi kapan dan di mana saja.
Hujan mendadak ini berasal dari awan columunimbus. Selain hujan air, efek lain yang disebabkan oleh awan tersebut adalah angin kencang, puting beliung, dan hujan es.
"Ciri khas dari awan tersebut adalah petir atau kilat, itu sebagai tanda bahwa awan yang berpotensi cuaca ekstrem sering ada petirnya," jelasnya.
Ia menyampaikan pada April pekan kedua sampai Juni dengan rentang waktu berbeda akan mulai terjadi kemarau.
"Tentu beda wilayahnya, yang lebih dulu biasanya timur, wilayah barat biasanya melambat," paparnya.
BMKG Lampung
Kemarau
Pancaroba
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
