Melihat Jembatan Kereta Api Cincin di Bandar Lampung, Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri Kokoh
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung
— Di daerah Lampung kita masih bisa menemukan berbagai bangunan tua peninggalan Belanda. Salah satunya adalah jembatan kereta api bertipe cincin yang berada di Garuntang, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung.
Jembatan ini umurnya sudah lebih 100 tahun. Memiliki panjang 160 meter dengan ketinggian 80 meter dan telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Strukturnya melengkung seperti layaknya jembatan kereta api di Eropa. Jembatan cincin ini dibangun oleh perusahaan kereta api milik Belanda, Staat Spoorwagen Verenidge Spoorwegbedrijf.
Jembatan cincin ini diperkirakan dibangun sebelum tahun 1914, karena stasiun Tanjung karang mulai beroperasi pada tanggal 3 Agustus 1914.
Tanggal itu ditentukan karena saat itulah jalur rel yang dibuat Belanda kali pertama di daerah Sumatera sepanjang 12 km dari Panjang menuju Tanjung Karang resmi dilintasi kereta. Kecamatan Panjang dipilih jadi jalur kereta karena lokasinya dekat pelabuhan untuk bongkar muat di masa kolonial.
Meski umurnya sudah sangat tua, namun jembatan cincin ini masih berdiri kokoh dan aktif digunakan setiap hari. Baik untuk perlintasan kereta maupun masyarakat pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.
Kereta api rangkaian panjang (babaranjang) pengangkut batubara dari arah Teluk Betung dan sebaliknya rutin melintasi jembatan ini.
Banyak juga warga memanfaatkan jembatan ini untuk memangkas waktu tempuh menuju Panjang, Garuntang sekitarnya maupun arah sebaliknya.
jembatan cincin Bandar Lampung
jembatan kereta api
PT KAI Lampung
bangunan bersejarah lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
