Melihat Jembatan Kereta Api Cincin di Bandar Lampung, Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri Kokoh
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Dari pantauan Rilis.id, di sisi kiri dan kanan jembatan tersedia jalur untuk sepeda motor yang terbilang sempit. Sekitar 80 sampai 100 cm.
Ada pagar pembatas yang terbuat dari besi di sisi kiri dan kanan. Namun buat yang ingin melintas wajib punya skill mengendalikan motor dengan stabil. Karena di jalur ini ada banyak batu-batu kerikil yang bertebaran.
Tampak warga setempat yang berjalan kaki maupun pemotor memang sudah terbiasa melintas. Tidak terlihat rasa takut atau was-was.
Namun bagi yang pertama kali melewati jembatan ini, akan merasakan sensasi ‘ngeri’ karena posisinya yang sangat tinggi. Jadi buat yang mengalami phobia ketinggian sebaiknya jangan melihat ke bawah.
Jika kita berada di tengah jembatan saat kereta api melintas, maka akan terasa getaran akibat pergerakan roda kereta di atas rel. Pada bagian bawah jembatan tampak sungai yang mengalir. Ada juga banyak perumahan warga yang berada di dekat sungai.
Meski konstruksi jembatan masih terlihat kokoh. Namun sayang area di sekitar jembatan tampak tidak terawat.
Bahkan persis di bagian kanan, kini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga setempat. Terlihat tumpukan sampah dengan aroma busuk dibiarkan ‘menggunung’ dan Sebagian terjatuh ke arah sungai.
Padahal, kalau jembatan ini dikelola dengan baik, sangat cocok dijadikan objek wisata bersejarah di Kota Tapis Berseri. (*)
jembatan cincin Bandar Lampung
jembatan kereta api
PT KAI Lampung
bangunan bersejarah lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
