Melihat Jembatan Kereta Api Cincin di Bandar Lampung, Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri Kokoh

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

25 April 2024 20:32 WIB
Historia | Rilis ID
Kondisi jembatan cincin di daerah Garutang Kota Bandar Lampung. Foto : Tampan Fernando/Rilis.id
Rilis ID
Kondisi jembatan cincin di daerah Garutang Kota Bandar Lampung. Foto : Tampan Fernando/Rilis.id

Dari pantauan Rilis.id, di sisi kiri dan kanan jembatan tersedia jalur untuk sepeda motor yang terbilang sempit. Sekitar 80 sampai 100 cm.

Ada pagar pembatas yang terbuat dari besi di sisi kiri dan kanan. Namun buat yang ingin melintas wajib punya skill mengendalikan motor dengan stabil. Karena di jalur ini ada banyak batu-batu kerikil yang bertebaran.

Tampak warga setempat yang berjalan kaki maupun pemotor memang sudah terbiasa melintas. Tidak terlihat rasa takut atau was-was.

Namun bagi yang pertama kali melewati jembatan ini, akan merasakan sensasi ‘ngeri’ karena posisinya yang sangat tinggi. Jadi buat yang mengalami phobia ketinggian sebaiknya jangan melihat ke bawah.

Jika kita berada di tengah jembatan saat kereta api melintas, maka akan terasa getaran akibat pergerakan roda kereta di atas rel. Pada bagian bawah jembatan tampak sungai yang mengalir. Ada juga banyak perumahan warga yang berada di dekat sungai.

Meski konstruksi jembatan masih terlihat kokoh. Namun sayang area di sekitar jembatan tampak tidak terawat.


Bahkan persis di bagian kanan, kini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga setempat. Terlihat tumpukan sampah dengan aroma busuk dibiarkan ‘menggunung’ dan Sebagian terjatuh ke arah sungai.

Padahal, kalau jembatan ini dikelola dengan baik, sangat cocok dijadikan objek wisata bersejarah di Kota Tapis Berseri. (*)   

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

jembatan cincin Bandar Lampung

jembatan kereta api

PT KAI Lampung

bangunan bersejarah lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya