Mahasiswa KKN Unila di Desa Banjar Agung Ciptakan Motif dan Tari Khas untuk Menambah Identitas Budaya
Fi fita
Lampung Selatan
Dalam maknanya, kipas terbuka ini dikorelasikan dengan sifat masyarakat desa, terutama keramahtamahan dan kerukunan. Motif ini terinspirasi dari beberapa kabupaten, antara lain motif belah ketupat dari Tanggamus, motif celugam dari Lampung Barat, dan motif leluwak tehambur dari Kota Metro.
Dosen pengampu lapangan juga turut berperan dalam penentuan dan persetujuan program kerja di awal. DPL yang mendampingi adalah Miss Novita Nurdiana, M.Pd, yang merupakan Dosen Pendidikan Bahasa Inggris.
Harapan yang disampaikan oleh Kelompok KKN Desa Banjar Agung melalui motif dan tarian ini adalah agar desa Banjar Agung lebih dikenal oleh masyarakat baik lokal maupun nasional, serta agar generasi berikutnya selalu memiliki kesadaran akan budayanya dan tidak melupakan jejak tradisi mereka. (*)
Unila
universitas negeri lampung
mahasiswa unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
