Langka, 100 Tahun Sekali, Nyepi dan Saraswati Bersamaan

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

17 Maret 2018 06:15 WIB
Potret | Rilis ID
FOTO-FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta 
Rilis ID
FOTO-FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta 

RILISID, Bandarlampung — Penampilan atraksi ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di Tugu Adipura, Jumat (16/3/2018). Boneka ogoh-ogoh ini akan diarak bersama belasan pemuda diriingi musik dan tarian.

Lima ogoh-ogoh adalah perlambang roh jahat. Masing-masing adalah Sang Hyang Kala Abang Gemuh, Kala Geni Murti Banjar Buana Santi, Detya Kala Yuyurumpung, Butha Kala Tarakasura, dan Aji Kala Janggitan.

Nyepi kali ini terasa istimewa lantaran berbarengan dengan Hari Saraswati yang jatuh pada Sabtu (17/3/2018), yang hanya terjadi 100 tahun sekali.

Nyepi dirayakan dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Di antaranya Amati Geni (tak menyalakan lampu, api); Amati Karya (tidak bekerja atau belajar); Amati Lelanguan (tidak menghibur diri); dan Amati Lelungan (tidak bepergian). Sementara, Saraswati adalah perayaan turunnya ilmu pengetahuan. (*)

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya