Biofortifikasi Tanaman Jagung, Inovasi Dosen FP Unila Atasi Stunting

Fi fita

Fi fita

Bandar Lampung

27 Mei 2024 14:47 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto istimewa
Rilis ID
Foto istimewa

RILISID, Bandar Lampung — Biofortifikasi agronomi merupakan proses peningkatan kandungan nutrisi pada tanaman dengan tujuan untuk memperbaiki pertumbuhan, produktivitas, dan nilai gizi tertentu pada tanaman.

Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si., salah satu dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) mengatakan, beberapa tanaman memiliki tingkat kandungan nilai gizi yang relatif rendah sehingga kurang memenuhi jumlah yang seharusnya dikonsumsi manusia.

Sebaliknya, jika tanaman tersebut memiliki kandungan gizi yang tinggi maka nutrisi yang diserap tubuh juga cukup banyak. Maka, perlu adanya cara untuk meningkatkan kandungan gizi tersebut pada tanaman.

Proses peningkatan kandungan nilai gizi pada tanaman bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pemuliaan tanaman sampai kegiatan budidaya tanaman seperti biofortifikasi agronomi.

Proses biofortifikasi agronomi menjadi salah satu cara yang dipilih Dr. Agustiansyah. Menurutnya, biofortifikasi menjadi salah satu cara yang cepat dan instan dalam meningkatkan kandungan gizi dalam tanaman.

Penelitian ini berkaitan dengan isu stunting yang saat ini menjadi perhatian di pemerintah Indonesia. Di satu sisi, tanaman pangan di Indonesia yang memiliki gizi tinggi untuk mencegah stunting masih sangat sedikit.

Hal ini menjadi salah satu alasan Dr. Agustiansyah untuk melakukan penelitian biofortifikasi agronomi lebih lanjut.

“Untuk mendapatkan nilai gizi lebih tinggi pada sebuah tanaman pangan, maka kita bisa melakukan berbagai macam cara, salah satunya lewat biofortifikasi agronomi ini, terlebih penelitian ini juga berkaitan dengan permasalahan stunting yang ada di negara kita,” ungkap Dr. Agustiansyah, beberapa waktu lalu.

Tanaman jagung dipilih dalam penelitian biofortifikasi agronomi ini karena sangat responsif terhadap perlakukan yang diberikan. Selain itu, tanaman jagung dipilih karena menjadi pangan alternatif dalam mengurangi konsumsi beras nasional.

Adapun nutrisi yang dapat ditingkatkan nilai kandungannya dalam tanaman jagung melalui biofortifikasi agronomi tersebut antara lain zat Besi (Fe), Zinc (Zn), dan Boron (B).

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Unila

universitas lampung

mahasiswa unila

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya