Biofortifikasi Tanaman Jagung, Inovasi Dosen FP Unila Atasi Stunting
Fi fita
Bandar Lampung
Tanaman jagung yang telah melalui proses biofortifikasi agronomi dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan pangan, tanpa mengurangi nilai kandungan gizi dalam jagung tersebut.
“Sebagai contoh nilai kandungan Zinc (Zn) dalam tanaman jagung biasanya ± 22 mg/kg. Melalui proses biofortifikasi agronomi nilai kandungan zinc dalam jagung dapat ditingkatkan hingga 58 mg/kg bahan.
Proses biofortifikasi agronomi yang dilakukan Dr. Agustiansyah membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan sesuai dengan umur tanaman jagung.
Mulai dari tahap penanaman, pemupukan, aplikasi Zn, Fe, Zn, dan B, pemanenan, hingga proses analisis nilai kandungan gizi dalam tanaman pangan jagungnya. Setelah itu, tanaman jagung siap untuk dikonsumsi masyarakat.
“Apliaksi Zn, Fe, dan B, pada tanaman harus memperhatikan fase-fase pertumbuhan tanaman. Biasanya pada fase sebelum berbunga, dan setelah berbunga. Aplikasi dilakukan 2-3 kali selama fase hidup tanaman jagung,” ungkap Dr. Agustiansyah.
Harapannya, setelah penelitian ini berhasil dilakukan, proses biofortifikasi agronomi ini dapat terus dikembangkan dan bermanfaat sebagai inovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui tanaman pangan alternatif. (*)
Unila
universitas lampung
mahasiswa unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
