Benarkah Konsumsi Gula Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes? Yuk simak penjelasannya!
RILIS.ID
Jakarta
RILISID, Jakarta — Menurut data dari International Diabetes Forum (IDF), 537 juta orang di seluruh dunia akan menderita diabetes pada tahun 2021.
Diabetes terjadi ketika tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula darah secara efektif.
Hal ini terjadi ketika pankreas berhenti memproduksi cukup insulin, sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap hormon insulin, atau keduanya.
Insulin adalah hormon yang mengangkut gula dari darah ke dalam sel tubuh.
Jika tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau menjadi resisten terhadap insulin, hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah ke tingkat yang tinggi.
Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kerusakan saraf, dan kerusakan ginjal.
Oleh karena itu, penting untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.
Diabetes ada dua jenis, yang pertama adalah penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang pankreas sehingga merusak kemampuannya dalam memproduksi insulin.
Tipe kedua adalah ketika pankreas berhenti memproduksi cukup insulin, sel-sel tubuh tidak lagi merespon jumlah insulin yang diproduksi, atau keduanya.
Menurut penelitian, konsumsi minuman manis secara teratur dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Konsumsi Gula
diabetes
kesehatan
sakit
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
