K.H. Khairudin Tahmid
Kalbi Rikardo
Lampung
RILISID, Lampung — Kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di Indonesia tinggal hitungan bulan. Para pasangan calon (paslon) sudah pada mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing-masing. Tidak terkecuali pada delapan daerah di Lampung yang menggelar pilkada.
Baca: MUI: Pilih Dengan Mata Hati, Bukan Mata Uang!
Terkait pelaksanaan pilkada serentak 2020 ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung K.H. Khairudin Tahmid mengimbau masyarakat agar jangan salah dalam memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan.
Khairudin mengatakan, dalam memilih pemimpin harus ada panduannya. Yakni berdasarkan hati nurani, bukan karena lainnya. Menurut dia, pilihan itu jatuh karena melihat kapasitas, kapabilitas, visi misi, track record, dan sebagainya.
”Jadi memang harus betul-betul clear soal itu. Bukan karena money politic dan lainnya,” ujarnya kepada Rilislampung.id melalui sambungan telepon, Minggu malam (6/9/2020).
Ia melanjutkan, money politic bagi umat muslim adalah haram. Sebab tergolong risywah (suap). Karenanya, baik dalam agama maupun undang-undang di Indonesia tidak diperkenankan melakukannya.
”Hukumnya (money politic) adalah haram! Karenanya, pilihlah pemimpin kita dengan mata hati, bukan karena money politic. Agar kita juga mendapatkan pemimpin yang baik,” pesannya. (*)
Download gambar klik disini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
