Usai Pilkada, ‘Kuda Hitam’ Penantang Jokowi Diprediksi Muncul
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio, mengatakan saat ini belum terlihat tokoh politik yang bisa mengalahkan eektabilitas Presiden Joko Widodo. Namun, kata dia, setelah Pilkada 2018 nanti, lawan berat Jokowi di Pilpres 2019 akan segera muncul.
"Nanti ‘kuda hitam’ ini akan terlihat setelah Pilkada 2018. Bisa saja itu datang dari partai-partai politik yang justru tidak diunggulkan saat ini," kata Hendri saat berbincang dengan rilis.id, Jakarta, Selasa (3/4/2018).
Dia mencontohkan, seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang saat ini justru tidak diunggulkan dalam Pilpres 2019. Namun, menurutnya, bisa jadi partai itu justru berhasil membangun ketokohan figur ketika banyak meraih kemenangan di pilkada.
"Nanti bisa kita lihat satu-satu akan keluar pasca Pilkada 2018. Bila konstelasi berubah," ujarnya.
Saat ini, tambah Hendri, nama-nama baru memang sudah banyak bermunculan, seperti Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, menurutnya, nama-nama tersebut masih jauh elektabilitasnya dari Jokowi.
"Nama-nama kuda hitam itu kan mulai muncul sebetulnya ada Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI), Tuan Guru Bajang, ada Anies," sebutnya.
Dia menilai, di antara nama-nama itu bisa saja kemudian melejit elektabilitasnya dan menjadi ‘kuda hitam’ ketika partai pengusung Jokowi banyak mengalami kekalahan di pilkada. Karena menurutnya, Ketua Umum Partai, Gerindra Prabowo Subianto, sampai saat ini elektabilitasnya tak juga meningkat.
"Dari berbagai survei, belum ada satupun lembaga survei yang Prabowo menang. Ya Jokowi kalau mau enak menang ya lawan Prabowo dibanding calon-calon lain," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
