Syarif Hasan: Gerindra Nasionalis, sama Demokrat Cocok

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

21 Mei 2018 12:14 WIB
Elektoral | Rilis ID
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diam-diam bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, di salah satu tempat di Jakarta, kemarin malam (18/5). Pertemuan itu dianggap sebagai sinyal putra mahkota Partai Demokrat bakal menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto. 

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan tak menampik adanya kemungkinan tersebut. Namun, saat ini parpol masih membicarakan soal koalisi.

"Kemungkinan itu tetap ada terbuka. Tapi kita bicara koalisi dulu," ujar Syarif Hasan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Menurut dia, partainya tidak mau terburu-buru memutuskan soal capres-cawapres. Terpenting, parpol terus menjalin komunikasi, meskipun Demokrat terbuka berkoalisi dengan Gerindra.

"Ini kan baru penjajakan, komunikasi jalan terus. Kita masih punya waktu dkit, tapi kita tak perlu buru-buru memutuskan. Tapi sangat terbuka kemungkinan juga," katanya.

Termasuk, masih adanya kemungkinan pembentukan poros ketiga. "Segala opsi masih mungkin," tuturnya.

Kendati demikian, Syarif tak menampik adanya pertemuan lanjutan di elite tertinggi parpol. Yakni antar ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto.

"Akan ada pertemuan lanjutan, ini kan baru awal. Jadi pasti akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya, begitupun dengan partai lain. Gongnya ketum yang akan ketemu," tukasnya.

Bahkan, Syarif menilai Demokrat dan Gerindra cocok secara ideologi. "Kita sama-sama nasionalis. Kita cocok-cocok saja," tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya