'Soft Supporter' Tentukan Pemenang Pilgub Jabar
Anonymous
Bandung
Sementara, dua pasangan lainnya, Hasanudin-Anton (HASANAH) naik menjadi 7,7 persen dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (ASYIK) yang juga naik sedikit menjadi 8,2 persen. Namun, keduanya cukup sulit untuk bisa menyalip RINDU dan DUA DM dalam waktu yang tinggal 7 hari ini.
"Kecuali, terjadi tsunami politik atau money politik yang massif. Meskipun, keduanya sama-sama punya tren naik," ungkap Toto.
Meskipun belum signifikan, kenaikan elektabilitas pasangan ASYIK dan HASANAH, disumbang oleh kenaikan wakil masing-masing, yaitu Ahmad Syaikhu dan Anton Charliyan dengan kenaikan skitar 2 hingga 3 persen.
Sementara, pasangan RINDU yang sekarang memimpin tipis disumbang oleh wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum yang mengalami kenaikan, baik pengenalan dari sebelumnya 30 persen menjadi 37 persen maupun elektabilitas personalnya dari 16 persen menjadi 18,4 persen.
Terjadi sebaliknya pada Dedi Mulyadi (wakil dari Deddy Mizwar) yang semula unggul dan penyumbang terbesar elektabilitas Dua DM mengalami penurunan elektabilitas personalnya dari 38 persen menjadi 33 persen.
Meskipun tidak dipotret secara khusus lewat survei kualitatif (FGD), alasanan penurunan Dua DM, khususnya Dedi Mulyadi diduga lebih karena mulai massifnya kampanye hitam (negative campaign) terhadap Dedi Mulyadi.
Namun, Dua DM pada saatnya bisa saja diuntungkan oleh kecendrungan prilaku pemilih di lapis grass root yang tidak tersentuh kampanye hitam karena terbatasnya akses publik terhadap media dan media sosial, juga masyarakat bawah yang belum kenal tiga pasangan lainnya kecuali Deddy Mizwar melalui iklan dan sinetron di TV.
"Sehingga, saat memilih nanti, mereka tahunya hanya Deddy Mizwar, tidak yang lainnya," jelas Toto.
Debat Kandidat
Selain elektabilitas dan distribusi segmen demografis, survei LSI Denny JA kali ini juga memotret pertanyaan seputar Debat Kandidat dan Isu #2019Ganti Presiden.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
