Sosok Prof. Elfahmi, Pakar Farmasi ITB yang Kini Menjadi Rektor Itera
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Elfahmi, M.Si., resmi terpilih sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) periode 2026–2030.
Dalam pemilihan tertutup yang digelar Senat Itera bersama perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti), Prof. Elfahmi meraih dukungan sangat dominan dengan perolehan 91,30 persen suara.
Ia unggul jauh dari dua kandidat lainnya, yakni Prof. Aswan dan Prof. Faiz Syuaib, yang masing-masing memperoleh 4,35 persen suara.
Terpilihnya Prof. Elfahmi menjadikannya sebagai rektor keempat Itera, melanjutkan kepemimpinan Prof. Ofyar Z Tamin, Prof. Mitra Djamal, dan Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Prof. Elfahmi lahir di Ampang Pulai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 25 April 1969.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Farmasi di Universitas Andalas pada 1993 dan profesi apoteker di kampus yang sama pada 1995.
Karier akademiknya kemudian berlanjut di ITB. Ia meraih gelar Magister Farmasi pada 1997 sebelum melanjutkan studi doktoral di University of Groningen, Belanda, dan lulus pada 2006.
Dalam perjalanan kariernya, Prof. Elfahmi dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang akademik, riset, dan pengelolaan perguruan tinggi.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister dan Doktor Sekolah Farmasi ITB, Kepala Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, hingga Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) Nutrasetikal ITB.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Sekolah Farmasi ITB periode 2020–2025. Saat ini, Prof. Elfahmi mengemban amanah sebagai Direktur Riset dan Inovasi ITB periode 2025 hingga sekarang.
Rektor Itera
Prof Elfahmi
pemilihan rektor
Kampus Itera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
