The Last Dance Neymar
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Nama Neymar kembali diumumkan masuk skuad Brasil menuju 2026 FIFA World Cup. Kabar ini disambut euforia di negara tim Tango itu, tetapi banyak pula yang mempertanyakan Keputusan sang pelatih.
Di tengah badai cedera yang tak kunjung usai, performa yang terus menurun, hingga tak lagi bermain di panggung elite Eropa, banyak yang mengira kisah Neymar bersama Brasil telah usai.
Maka ketika namanya kembali muncul dalam daftar pemain Selecao, reaksinya bukan sekadar antusiasme, tetapi juga kejutan. Karena jujur saja, ini bukan lagi Neymar yang dulu.
Dia bukan lagi pemain muda di FC Barcelona yang membuat dunia terpana. Bukan pula pemain yang digadang-gadang menjadi penerus mutlak kejayaan sepak bola Brasil setelah era Pele dan Ronaldo Nazario.
Kini Neymar datang dengan tubuh yang rentan, langkah yang tak lagi secepat dulu, dan karier yang sejak lama telah menjauh dari Eropa, pusat gravitasi sepak bola dunia.
Cedera menjadi bayangan paling kelam dalam perjalanan kariernya beberapa tahun terakhir. Pergelangan kaki yang terus bermasalah, pemulihan panjang, hingga absennya dia dalam berbagai laga penting.
Publik lantas bertanya: apakah Neymar masih layak tampil di Piala Dunia?
Pemanggilan Neymar terasa seperti keputusan yang emosional sekaligus penuh risiko.
Brasil mungkin tidak lagi memanggilnya semata karena performa. Mereka memanggilnya karena pengalaman, nama besar, dan sesuatu yang sulit dijelaskan dengan statistik: aura.
Neymar masih punya kemampuan untuk mengubah atmosfer pertandingan hanya lewat satu momen magis. Tetapi Piala Dunia bukan tempat untuk hidup dari nostalgia.
Neymar
Tampan Fernando
opini bola
Piala Dunia 2026
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
