Soal Politik Identitas di Metro, Ini kata Kepala Kesbangpol
Adi Herlambang Saputra
Metro
RILISID, Metro — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro, menyatakan masyarakat tidak mudah terjaring politik identitas.
Hal itu dikatakan Kepala Kesbangpol Kota Metro, Rosita saat ditemui di ruangannya, Rabu (4/10/2023).
Menurutnya, politik identitas merupakan upaya politik yang dilakukan berdasarkan identitas. Bisa berdasarkan suku, agama, ras dan kelompok tertentu.
Ia menilai politik seperti itu tidak tampak di Kota Metro. Sebab, masyarakatnya sudah membaur dan menerima perbedaan secara sempurna.
"Mulai dari agama, suku, hingga ras tertentu di sini sudah membaur semua dan bagus," jelasnya.
Bahkan, pada Pemilu 2019 lalu, Kesbangpol Kota Metro tidak menemukan maupun menerima laporan terkait masifnya gerakan politik identitas.
Sebagai contoh, dalam satu partai, di Kota Metro ini sudah terisi masyarakat yang heterogen atau beragam. Namun, pihaknya tetap mengimbau soal bahaya politik identitas tersebut.
"Puncaknya itu bisa pada tindakan radikal. Karena di situ akan memaksakan orang itu satu aliran," imbuhnya.
Ia mengimbau masyarakat Kota Metro agar berpolitik yang cantik, manis dan mengedepankan toleransi yang baik, artinya merangkul dari semua kalangan, dari semua agama, suku bangsa.
"Perbedaan itu menjadikan satu aset lebih kuat dan lebih baik lagi," pungkasnya. (*)
Kesbangpol
Politik Identitas
Pemilu
Politikal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
