Sandiaga Pesimistis Akan Hal Ini, Berlebihan Kah?

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

15 September 2018 14:20 WIB
Elektoral | Rilis ID
Bakal cawapres Prabowo, Sandiaga Uno. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Bakal cawapres Prabowo, Sandiaga Uno. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Bakal cawapres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, mengatakan saat ini indeks ketersediaan lapangan kerja masuk dalam zona pesimis. Hal ini menjadi bukti bahwa ekonomi harus dioerientasi ulang, fokus ke rakyat.

Kalau kata Sandi, kebijakan yang selama ini kurang berpihak kepada sumber-sumber produksi nasional. Inilah yang akan jadi "jualan" pasangan Prabowo-Sandiaga. Hadir dengan memberikan kebijakan yang kuat dan tegas dalam mengambil kendali ekonomi.

"Dengan protek kepentingan Indonesia, khususnya tenaga kerja Indonesia," kata Sandiaga seperti dilansir Antara pada Sabtu (15/9/2018).

Sekarang sektor manufaktur sudah di bawah 20 persen. Lalu, indeks ketersediaan lapangan kerja masuk ke dalam zona pesimis. Kondisi ekonomi yang terjadi saat ini di Tanah Air banyak menyalahkan ekonomi eksternal.

Padahal menurutnya, kalau fokus pada ekonomi nasional dengan melakukan reformasi struktural pada empat tahun lalu, maka ketergantungan pada impor bisa dikurangi.

"Ketergantungan terhadap lapangan kerja yang sekarang banyak diambil oleh tenaga kerja asing bisa dipastikan tereduksi secara signifikan, karena bisa membangun industri-industri yang menyerap lapangan kerja," katanya.

Dia yakin kalau pemerintahan yang kuat yang nantinya dipimpin Prabowo dan tim ekonomi yang kuat, maka akan mampu secara perlahan mengangkat pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi yang penting adalah pertumbuhannya berkualitas, pertumbuhannya merata, itu yang kita harapkan," kata Sandiaga.

Tapi, di satu sisi Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, pernah mengatakan kalau janji Presiden Jokowi soal 10 juta lapangan kerja, sudah dilunasi. Bahkan, sudah terealisasi sejak di tahun ketiga pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi-JK.

"Malah sudah melampaui target," kata Hanif pada April 2018 lalu.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya