Pengamat: Demokrat Akan Kehilangan Kepercayaan Parpol Koalisi Prabowo-Sandi

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

10 September 2018 10:44 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, menilai, keputusan DPP Partai Demokrat yang membolehkan kadernya mendukung Joko Widodo-Maruf Amin menunjukkan bahwa partai tersebut gamang dalam melangkah. Kondisi itu menurutnya, berpotensi memunculkan distrust dikalangan partai koalisi.

"Demokrat semakin gamang melangkah dan potensial kehilangan trust dari sesama partai koalisi karena hanya berpikir kepentingannya sendiri," katanya, Minggu (9/9/2018).

Dia menegaskan, dalam jangka pendek, keputusan itu dinilai menguntungkan. Akan tetapi, kondisi itu akan berdampak buruk dalam hubungan antar partai koalisi. 

"Bisa jadi untuk pilihan jangka pendek elektoral hal ini menguntungkan, tetapi untuk masa depan partai akan merugikan karena akan kehilangan trust dari partai lain apalagi sesama partai koalisi," katanya. 

Dia menyebut keputusan itu tidak cocok dengan fatsun  partai modern. Pasalnya, semua bergerak tanpa komando dan tidak terstruktur. 

"Sebagai partai modern Demokrat tak ubahnya seperti partai kehilangan masinis. Gerbong bisa jalan sendiri-sendiri. Secara fatsun koalisi hal itu semestinya dihindari oleh DPP," tegasnya. 

Sekadar diketahui, Partai Demokrat secara resmi mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden 2019. Keputusan itu diambil menjelang detik-detik pendaftaran di KPU. Tapi, belakangan, DPP memutuskan membebaskan kader yang mendukung Joko Widodo-Mahruf Amien di Pilpres 2019.
 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya