PAN Yakin Demokrat Tak Main Dua Kaki

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

11 September 2018 18:45 WIB
Elektoral | Rilis ID
Rilis ID

RILISID, Jakarta — Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan meyakini, Partai Demokrat tidak akan bermain dua kaki pada Pilpres 2019.

Menurutnya, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mungkin membiarkan kadernya membelot dari keputusan partai yang mendukung kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Enggak ada, pak SBY gak gitu, kata siapa," ujar Zulkifli di Jakarta, Selasa (11/9/2018).

Kendati demikian, Ketua MPR RI ini juga mengingatkan Kepala daerah agar netral dalam gelaran Pilpres 2019 mendatang. Hal ini menanggapi sikap Gubernur Papua Lucas Enembe yang juga kader Partai Demokrat, yang menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Gubernur gak boleh (masuk) tim sukses, ada UU emang gak bisa kemana-mana, gak boleh," tegas Zulkifli.

Sebelumnya, Ketua DPP bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, partainya memaklumi sikap Ketua DPD Papua Lukas Enembe yang membelot mendukung Jokowi. Menurutnya, Lukas hanya menghargai sikap para kader Demokrat di Papua.

"Kalau memang Papua, itu luar biasa ya, di sana itu 92 melawan 8 persen, jadi kami memaklumi apa yang disampaikan Pak Lukas Enembe. Tetapi memang penyampaiannya yang mungkin terlalu bersemangat, itu pun kami sudah koordinasi supaya memilih kalimat kalimat yang tidak seolah bertentangan dengan DPP," jelasnya.

Ferdinand mengungkapkan, alasan Demokrat mempertimbangkan dan memberikan dispensasi empat provinsi itu untuk menjaga suara di Pileg 2019. Namun, kata dia, Demokrat juga memperjuangkan amanat partai memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Mengingat kader kader kami di sana juga tidak boleh jadi kesulitan mencari pemilih bagi dirinya, caleg caleg kita. Jadi nanti kami akan cari formula khusus lah supaya partai Demokrat juga hidup, kami juga bisa memenangkan Pak Prabowo nanti," tukasnya.

Sementara, Sulawesi Utara memang juga mayoritas pendukung Jokowi. "Nah ini nanti akan kami pertimbangkan dispensasi dispensasi khusus khusus, tentu kami akan mengajak DPD kami dulu bicara," terang Ferdinand.

 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya