Money Politik di Era Digital oleh Oknum Caleg Pemilu 2004, Bawaslu: Sulit Dipantau Pengawas

Darmansyah Kiki

Darmansyah Kiki

Pesawaran

10 Oktober 2023 18:35 WIB
Politika | Rilis ID
Anggota Komisi II  DPR RI H. Zulkifli Anwar, saat hadir dalam acara Sosialisasi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu bersama seluruh organisasi  wartawan se-Kabupaten Pesawaran. Foto : Kiki
Rilis ID
Anggota Komisi II DPR RI H. Zulkifli Anwar, saat hadir dalam acara Sosialisasi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu bersama seluruh organisasi wartawan se-Kabupaten Pesawaran. Foto : Kiki

RILISID, Pesawaran — Money politik di era digital, sulit dipantau oleh Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) di lapangan.

Hal itu dikatakan anggota Banwaslu Provinsi Lampung Imam Buchori, saat menggelar acara Sosialisasi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu bersama seluruh organisasi wartawan se-Kabupaten Pesawaran, Selasa (10/10/2023).

Dijelaskannya, Pemilu tahun 2024 mendatang berbarengan dengan perkembangan teknologi. Salah satunya teknologi yang digunakan masyarakat sekarang ini, yakni dompet digital atau platform untuk bertransaksi keuangan secara digital.

"Dalam kontek politik uang hari ini luar biasa ya, pontensi dengan cara baru termasuk ketika kami bawa ke Provinsi Lampung berdiskusi dengan temen-temen keuangan. Mungkin saja kontek politik uangnya bisa lewat Shopee Pay, Dana dan aplikasi-aplikasi keuagan yang sedang marak," imbuh Imam Buchori.

Namun, hingga hari ini belum ada regulasinya, sehingga penegakan hukumnya belum maksimal. Akan tetapi, tetap saja ketika ada laporan dan temuan dalam kontek politk uang, maka wajib hukumnya bagi Banwaslu menindak lanjutinya.

Menurut Imam Buchori, Banwaslu akan sangat kesulitan memantau pelangaran Pemilu terkait Politik uang. Untuk itu, Bawaslu akan bekerja sama dengan sejumlah lembaga masyarakat dan stekolder di Pemerintahan.

“Teman-teman media, legislatif, eksekutifnya, dan masyarakat secara luas. Ini merupakan upaya kami, supaya nanti pada Pemilu tahun 2024 peran aktifnya sangat dibutuhkan dalam konteks pengawasan partisipasi demi suksesknya Pemilu tahun 2024," pungkasnya.

Anggota DPR RI dari H. Zulkifli Anwar mengatakan, Komisi II, KPU dan Bawaslu adalah mitra bersama antara eksekutif dan legislatif, untuk melakukan pengasawan dam sosialisasi kepada Masyarakat dalam mensukseskan jalannya Pemilu 2024.

"Anggota Komisi II berjumlah 50 orang, di dapil masing-masing melaksanakan sosialisasi, pertama mitra, kedua pengawasan. Tunjuannya untuk menciptakan pengawasan bersama, agar terciptanya Pemilu damai dan sukses," ujar Zulkifli. 

Politisi partai Demokrat ini menerangkan, sosialisasi pengawasan Pemiliu bersama seluruh organisasi wartawan se-Pesawaran baru pertama kali ini dilaksanakan. Hal ini merupakan ide dari Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, dan sosialisasi pengawasan Pemilu bersama Bawaslu dan KPI sudah dilaksanakan di 15 titik sasaran kepada masyarakat dan stake holder terkait

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Money politik

oknum caleg

pemilu

pengawasan

bawaslu

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya