Incar DPD RI Lagi, Andi Beberkan Modal dan Sumber Dana
Gueade
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Andi Surya, kembali membidik kursi senator dari Provinsi Lampung. Sebagai petahana, ia cukup percaya diri (pede) bisa terpilih lagi.
Pria kelahiran Banda Aceh, 11 Maret 1964 ini karenanya mengaku tak menyiapkan banyak amunisi dalam bentuk uang. Ia percaya kiprah dan jaringan yang sudah dibangunnya selama ini merupakan modal besar.
”Amunisi saya adalah kawan-kawan yang banyak. Jaringan. Selain itu warga yang merasa pernah terbantu oleh saya,” ujar mantan Ketua DPD Hanura Lampung ini dalam acara Rilis Corner di markas rilislampung.id, Senin (10/9/2018).
Meski begitu, Andi mengakui dirinya mau tak mau harus punya uang untuk mencetak alat peraga kampanye (APK) sampai kartu nama.
”Tapi ya nggak banyak, paling berkisar Rp400 juta. Itu pun nggak habis,” beber anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan Syamsuri dan Siti Aminah ini.
Dana itu ia peroleh dari menabung selama menjadi anggota DPD RI sejak 2014. Setiap bulan ia menyisihkan gajinya di angka kisaran Rp10 juta. Jumlah yang termasuk kecil dibanding total pendapatannya yang mencapai Rp50 juta per bulan.
”Sebenarnya gaji pokok saya sebagai anggota DPD RI hanya Rp16 juta. Take home pay bisa Rp50 juta. Kan ada tunjangan macam-macam. Seperti tunjangan anak, telepon, rumah. Maka sampai di angka itu,” papar suami Armalia Reny tersebut.
Kendati pendapatannya besar, menurut dia untuk ukuran hidup di Jakarta itu termasuk kecil. Karena sebagai anggota DPD RI, Andi banyak bertemu orang-orang.
”Saya kan dikelilingi orang-orang, bertemu tokoh masyarakat. Masak saya tega sih setelah bertemu, saya tidak memberi mereka uang untuk transportasi. Atau ketika makan, ya saya yang bayar,” akunya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
