Hanura: Demokrat Main Dua Kaki karena Sudah 'Dikadali' Prabowo

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

12 September 2018 15:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
Rilis ID

RILISID, Jakarta — Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, menganggap wajar Partai Demokrat setengah hati mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Pasalnya, kata Inas, Demokrat sudah dua kali dibohongi oleh Prabowo.

"Karena memang sudah dua kali Partai Demokrat dikadali oleh Prabowo," kata Inas kepada rilis.id, Rabu (12/9/2018). 

Pertama, lanjut Inas, Prabowo sempat meminta Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampinginya sebagai cawapres. Namun menurut dia, seiring perjalanan justru mantan Danjen Kopassus itu memilih nama lain. 

"Bak petir di siang bolong, malahan yang dipilih adalah Sandiaga Uno," ujarnya. 

Tak hanya itu, lanjut Inas, AHY juga kemudian dijanjikan untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi. Namun, lanjutnya, Prabowo kembali mengingkari janjinya itu dengan menunjuk Djoko Santoso sebagai ketuanya. 

"Kadalisasi tersebut tentunya menyakitkan bagi kader-kader Partai Demokrat," ungkap dia. 

Ketua DPP Hanura itu menilai, dua kali kebohongan yang dilakukan Prabowo itu sudah cukup untuk membuat kader-kader Demokrat di daerah merasa tersakiti. Akibatnya, kader-kader partai berlambang bintang mercy itu banyak yang kemudian memutuskan untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf. 

"Jadi ya tidak salah kalau mereka mengalihkan dukungannya ke Jokowi-Ma’ruf," tandasnya. 

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengakui, pihaknya bermain dua kaki di Pilpres 2019. Ia mengatakan, dua kaki itu atas instruksi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, beberapa kepala daerah berasal Partai Demokrat malah mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, yakni Gubernur NTB TGB dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya