GNPF: Prabowo-Sandi Tandatangani Pakta Integritas, Otomatis Kami Dukung

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

16 September 2018 13:55 WIB
Elektoral | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ustadz Yusuf Muhammad Martak mengatakan, ijtimak ulama II akan memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Namun, Prabowo-Sandi harus menandatangani pakta integritas yang dihasilkan dalam sidang ijtimak II tersebut.

"Ijtimak ini rangkaiannya adalah penandatanganan pakta integritas, apabila pakta integritas ditandatangani berarti ada keseriusan Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menjalankan komitmennya semua yang di rekomendasikan melalui pakta integritas yang disampaikan oleh ijtimak ulama, tatkala itu akan di tandatangani maka otomatis dukungan akan diberikan ke Bapak Prabowo," katanya dalam konferensi pers awal di sela-sela ijtimak ulama II yang digelar di Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Yusuf menyampaikan terdapat sejumlah poin dalam pakta integritas yang disodorkan kepada pasangan calon Prabowo dan Sandiaga, dan tidak ada satupun poin terkait dengan posisi GNPF.

"Pakta integritas yang disampaikan yang intinya dari GNPF tidak ada usulan atau memohon jabatan apapun, kita berbuat tanpa pamrih, tanpa bergaining, kita berbuat untuk bangsa dan negara dan demi keselamatan umat Islam di Indonesia jangan sampai merasakan ketidakadilan, kita butuh keadilan yang sama, yang equal, baik kepada umat Islam maupun agama-agama lain," tuturnya dikutip Antara.

Rencananya Prabowo-Sandiaga Uno akan datang ke ijtima ulama II pada siang hari, sesuai kesepakatan. Seluruh langkah-langkah yang diambil GNPF dan Ijtimak Ulama telah dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan Habib Rizieq Syihab di Mekah, Arab Saudi.

Sementara, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat bicara soal digelarnya Ijtimak Ulama II untuk membahas dukungan di Pemilihan Presiden 2019. Ia menyarankan agar tidak mencampurkan urusan politik dan agama.

"Saran saya jangan agama dibawa ke politik. Karena kalau agama dibawa-bawa ke politik kasihan umat ini mau ke mana nanti. Bukan enggak ada hubungannya antara agama dan politik. Cuma jangan agama dibawa ke arah politik yang pada akhirnya masyarakat menjadi bingung," ujar Moeldoko di Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Lebih lanjut, mantan Panglima TNI Ini mencontohkan banyak tokoh agama beralih ke politik malah merugikan masyarakat.

"Sudah banyak contoh para publik figur yang tadinnya giat di agama beralih ke politik. Akhirnya, massanya menjadi hilang, jangan sampai ini terjadi," paparnya.
 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya