Demokrat Main 2 Kaki di Pilpres? Ternyata Begini Faktanya

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

9 September 2018 19:47 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengakui adanya sejumlah DPD Demokrat yang "main dua kaki" di penyelenggaraan Pilpres 2019. Hal ini dikarenakan politik identitas yang kuat di daerah-daerah tersebut.

Kata dia, dalam pertemuan antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada 24 Juli lalu, telah dijelaskan bahwa ada lima DPD Demokrat yang kebetulan bukanlah basis suara Prabowo.

"Karena alasan politik identitas," kata Andi Arief dalam cuitan akun Twitternya, @AndiArief_ pada Minggu (9/9/2018) sore tadi.

Prabowo pun mengatakan, dirinya memaklumi kondisi tersebut. Di mana, realitasnya partai berlambang mercy ini dianggap sebagai korban politik identitas yang kian meluas sekarang-sekarang ini.

Ia pun menuturkan, Prabowo dan SBY sangat menghormati perbedaan tersebut. Meski demokrasi mensyaratkan peroleh suara terbanyak, bukan berarti identitas politik dan keberagamaan tak bisa dihapus.

"Itu harus diatur dan dihormati," tambah Arief.

Kelima DPD ini, kata dia, memang setia terhadap partai, namun terkait urusan pilpres, mereka tak bisa membantu lebih. Mereka, akan fokus pada kontestasi Pileg 2019 untuk kemenangan Demokrat.

"Lima daerah itu yang jelas bukan di Jawa," tuturnya.

Perbedaan di Partai Demokrat, tambah Andi, harus disikapi secara bijaksana. Andai saja berkoalisi dengan Jokowi, maka perkiraannya akan ada 29 DPD yang memiliki perbedaan sikap serta pandangan politik.

Pasti, tidak mudah juga bagi DPP Demokrat untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Jadi, Arief menyatakan bahwa kondisi ini bukan berarti partainya "main dua kaki". Melainkan, upaya partainya sangat kuat dalam menghargai perbedaan serta keberagaman.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya