Dedi Mulyadi Bakal Cetak 'Budak Angon', Apa Itu?

Default Avatar

Anonymous

Purwakarta

19 Mei 2018 22:33 WIB
Elektoral | Rilis ID
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Purwakarta — Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi siap mencetak 'budak angon' atau peternak di wilayah Jabar untuk menghilangkan budaya konsumtif generasi muda.

"Melalui program 'budak angon' yang merupakan bagian dari penerapan pendidikan produktif, maka akan terlahir banyak peternak baru," katanya seperti dikutip Antara di Purwakarta, Sabtu (19/5/2018).

Implikasi dari program tersebut, kata dia, ke depannya generasi milenial akan bermental produktif dan tidak lagi konsumtif.

Menurut dia, fenomena saat ini, karakter konsumtif telah menggerus mental generasi bangsa mulai dari usia sekolah.

Pelajar lebih banyak menghabiskan waktu untuk "nongkrong", "main game", dan jalan-jalan menggunakan kendaraan yang dibeli dengan uang orang tua.

Bahkan, banyak di antara kendaraan tersebut didapat dari modal kreditan akibat desakan anak-anak kepada orang tua mereka.

"Kondisi itu yang terjadi. Motor-motoran, main game, main handphone itu tidak produktif untuk generasi kita. Energi mereka harus diarahkan agar berhasil guna. Karena itu, program 'budak angon' dapat kita mulai dari anak usia sekolah," kata dia.

Dedi ingin menerapkan program itu di tingkat Jawa Barat, karena saat dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta, program 'budak angon' sudah mulai digalakkan.

Ia memulai program tersebut dengan sasaran para pelajar di Purwakarta.

Alhasil, katanya, berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta, jumlah domba kini melebihi jumlah warga di kabupaten tersebut.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya