Benarkah Muhammadiyah Berpolitik? Begini Tanggapan Din Syamsudin
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005 -2015, Din Syamsuddin, mengakui bahwa Muhammadiyah secara historis tidak bisa lepas dan melepaskan diri dari aktivitas politik.
Kata dia, keterlibatan pendiri dan tokoh-tokoh Muhammadiyah pada masa sebelum kemerdekaan, orde lama, orde baru bahkan orde reformasi sekarang ini sebagai bentuk maupun bukti tidak lepasnya politik dengan Muhammadiyah.
"Masalah umat Islam dalam politik menjadi bagian dari aspek Islam tauhid yang meliputi ajaran-ajaran semua aspek. Dengan kata lain tidak ada pemisahan politik dengan agama," kata Din seperti dilansir Daulat.co, kemarin.
Ia juga menyinggung dan menyebutkan banyak tokoh Muhammadiyah yang terlibat dalam gerakan politik pada masanya. Dari KH Ahmad Dahlan, Mas Mansur dan banyak tokoh besar lainya termasuk Ir Soekarno.
Banyaknya kader-kader Muhammadiyah di partai politik sebenarnya diharapkan untuk membawa nilai-nilai dakwah Muhmmadiyah dan Islam atau dalam etika tidak tertulisnya harus menegakkan marwah Muhammadiyah melalui parpol.
"Bukan sebaliknya, kepentingan partai politik yang dibawa ke Muhammadiyah," tambah dia.
Namun, menurutnya, pada khitah Muhammadiyah di bidang politik secara organisasi yang diputuskan tahun 1971, intinya organisasi ini tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan partai politik manapun.
Maka itu, ia mengajak agar warga Muhammadiyah senantiasa menjaga ukhuwah. Yakni, dengan menjadi kekuatan penengah untuk kemaslahatan ummat. "Jangan terbecah-belah dan jadilah kekuatan penengah," pesannya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
