#2019PemimpinMuda Bisa Jadi Pembeda AHY dengan Calon Lain

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

21 Mei 2018 15:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Partai Demokrat mulai meluncurkan tagar #2019PemimpinMuda yang mengaitkannya dengan Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono.

Menurut Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A Budiyono, faktor usia yang masih muda bisa menjadi pembeda AHY dengan kandidat lain yang mulai muncul ke publik.

"AHY yang kebetulan masih muda dalam konteks politik hari, ini bisa jadi faktor diferensiasi (perbedaan) calon lainnya," kata Zaenal kepada rilis.id, Senin (21/5/2018).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Al Azhar Indonesia itu menjelaskan, komunikasi politik penting dilakukan oleh setiap tokoh untuk memperkenalkan dirinya. Salah satunya, dengan memunculkan perbedaan dari tokoh-tokoh yang lain.

"Diferensiasi sangat penting untuk menjual partai ke publik. Sejauh ini respons publik terhadap AHY relatif baik, yang terlihat dalam survei. Meski belum pada posisi optimal," ujarnya.

Dia mengungkapkan, tren pemimpin muda hari ini memang sedang marak di beberapa negara di dunia, seperti Emmanuel Macron di Perancis dan Justin Trudeau, Kanada. Hal itu yang menjadi semangat Demokrat untuk berani memunculkan putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

"Dengan dukungan teknologi informasi sekarang ini, apa yang terjadi di negara lain bisa berefek ke manapun," tandasnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat mulai mempromosikan tagar #2019PemimpinMuda yang mengaitkannya dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang saat ini berusia 39 tahun.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat, Putu Supadma Rudana, tagar tersebut merupakan cerminan transformasi negara pada 2019.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya