Siswa SPN Lampung Tewas: Keluarga Merasa Janggal, Minta Autopsi di Medan
Pandu Satria
Bandarlampung
Ketika diperiksa tim medis, kondisinya menurun sehingga ia dibawa ke RS Bhayangkara pukul 14.05 WIB. Tapi, setelah pengobatan selama 40 menit dia meninggal dunia.
"Keluarga asal Lampung Timur, berdasar persetujuan orang tua di Nias, menganggap kejadian ini sebagai musibah," kata Umi.
Menurut dia, kematian Pratama disebabkan detak jantung dan napasnya berhenti.
"Sudah dilaksanakan penanganan semaksimal mungkin. Untuk luka di luar fisik, sejauh ini tidak ada yang janggal sehingga keluarga menolak autopsi," ujarnya.
Jadi, jelas Umi, walaupun saat masuk kondisi siswa prima, namun semua hal bisa terjadi.
"Pihak keluarga (di Lampung Timur) membuat surat penolakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tutupnya. (*)
SPN
Polri
Lampung
Mabes Polri
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
