Harga BBM Melejit, Nelayan Menjerit: Pemerintah Jangan Mempersulit

Sulaiman

Sulaiman

Bandarlampung

5 September 2022 14:12 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Nelayan di Lempasing Bandarlampung saat merapihkan jaring ikan, Senin (5/9/2022) foto: Sulaiman
Rilis ID
Nelayan di Lempasing Bandarlampung saat merapihkan jaring ikan, Senin (5/9/2022) foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Para nelayan di Lempasing Bandarlampung menjerit, lantaran harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar turut naik.

Pasalnya pemerintah secara resmi menaikan harga BBM, seperti Pertalite dari semula Rp7.650 per liter, kini menjadi Rp10.000 ribu per liter. 

Sementara Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Sedangkan, Pertamax dari Rp12.750 per liter sekarang Rp14.850.

Menanggapi kenaikan harga BBM tersebut, salah satu nelayan di Lempasing Adi mengatakan, kenaikan harga BBM semakin mempersulit dirinya dan para nelayan lainnya. 

Ia mengaku, selama ini membeli bahan bakar Solar dari orang kedua, karena adanya larangan membeli solar di SPBU untuk nelayan. 

"Iya kita nggak boleh beli di SPBU jadi beli sama orang. Harga kemarin aja saya belinya 8 ribu perliter, bagaiman kalau harganya naik sekarang," ujarnya Senin (5/9/2022).

Ia mengaku terpaksa membeli Solar dari orang lain dengan harga tinggi daripada tidak bisa melaut. Karena sekali berlayar ia membutuhkan sedikitnya 150 sampai 200 liter untuk keperluan lima hari di laut.

"Iya jadi orang itu udah nyetok, jadi kita terpaksa beli berapapun harganya," kata dia.

Menurutnya, naiknya BBM ini semakin mempersulit para nelayan. Karena terkadang pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran.

"Biasanya kita tuh mengantongi satu juta rupiah, sekarang 500 ribu saja sudah. Karena belanja semakin besar, pendapatan semakin kecil," ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sulaiman
Tag :

Nelayan menjerit

BBM Naik

presiden Jokowi

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya