Fenomena El Nino, Petani Padi di Lambar Tunda Masa Tanam
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Dampak el nino, tiga Kecamatan di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), mulai mengalami kekeringan dan banyak petani padi menunda masa tanam.
Kapala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPPH) Kabupaten Lambar Natadjudin Amran mengatakan, dampak dari fenomena el nino kini sudah mulai dirasakan petani dan berdampak pada hasil bumi.
"Fenomena ini sendiri diprediksi akan berlangsung mulai Agustus-September 2023 mendatang," kata Nata.
Menurut Kadis, el nino memang memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap masyarakat khususnya para petani. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh petugas lapangan, saat ini banyak lahan sawah milik petani yang mulai mengalami kekeringan.
Natadjudin menerangkan, tiga kecamatan yang sudah mulai mengalami kekeringan diantaranya Suoh, Bandar Negeri Suoh (BNS), dan Lumbok Seminung.
"Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat kemarau panjang ini. Kami juga sudah mulai melakukan pendataan ke lapangan," imbuhnya.
Akibat fenomena yang terjadi, Natadjudin mengaku semua wilayah yang memiliki sumber penghasilan serta memiliki lumbung padi di Lambar terancam kekeringan..
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar Padang Priyo Utomo menjelaskan, dari 15 Kecamatan di Lambar, semuanya sudah mengalami penurunan debit air.
Tetapi yang membedakan hanya tingkatan saja, bukan kekeringan ekstrem. Hal Itu perlu disampaikan kepada khalayak ramai, agar tidak terjadi kekhawatiran yang berlebihan.
"Kami mengimbau masyarakat supaya bisa menggunakan alternatif sumber air seperti sungai dan semacamnya demi kebutuhan selama fenomena el nino berlangsung," jelas Kepala BPBD. (*)
Dampak El Nino
tiga Kecamatan kekeringan
Petani padi tunda masa tanam
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
