Dipukul Preman Diduga Centeng Proyek saat Liputan, Wartawan Mesuji Lapor Polisi

Juan Santoso Situmeang

Juan Santoso Situmeang

Mesuji

11 Agustus 2023 20:14 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Preman diduga penjaga Stockpile material proyek Dinas Bina Marga Provinsi Lampung pukul wartawan yang meliput ke lokasi tersebut di Simpang Garuda Hitam, Sungaibadak, Mesuji, Kamis (10/08/2023). Foto PWI Mesuji
Rilis ID
Preman diduga penjaga Stockpile material proyek Dinas Bina Marga Provinsi Lampung pukul wartawan yang meliput ke lokasi tersebut di Simpang Garuda Hitam, Sungaibadak, Mesuji, Kamis (10/08/2023). Foto PWI Mesuji

Kemudian, saat sudah diatas motor, Tapeng dan rekannya masih tetap mengejar dan hendak memukul yang kedua kalinya.

“Melihat gelagat ini, saya buru-buru menarik gas motor jadi tidak kena. Waktu motor sudah jalan, ada keluar satu orang lagi dari rumah membawa seperti parang apa kayu saya kurang jelas mau mencegat saya, namun saya keburu pergi dengan motor," lanjut Ishar lagi.

Atas pemukulan dan aksi premanisme itu, Ketua PWI Mesuji, Apriadi, mendesak pihak Dinas Bina Marga Provinsi Lampung untuk tidak memakai jasa premanisme untuk mengamankan pekerjaan mereka.

"Kami minta penjelasan Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, alasan menggunakan preman untuk mengintimidasi dan memukul anggota PWI. Saya ingatkan, pers dalam melakukan tugasnya dilindungi Undang-Undang No 40/1999 Tentang Pers. Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, kami mengawasi dan mempublikasikan tahapan serta proses pekerjaan yang dibiayai uang Negara. Kami pastikan wartawan PWI dalam bertugas pasti secara professional,” tegas Apri, Jumat (11/08/2023).

Apri meneruskan, karena aksi yang dilakukan oleh orang yang sengaja direkrut Dinas Bina Marga Provinsi Lampung itu sudah masuk dalam pidana dengan melakukan ancaman bahkan pemukulan, ia mendesak Polres Mesuji untuk segera menangkap para pelaku.

"Untuk itu, saya minta Bapak Kapolres, dapat segera menindaklanjuti laporan anggota kami tersebut. Agar tindakan premanisme, tidak boleh ada lagi di Bumi Mesuji ini. Yang selama ini kita berusaha menjaga citra baik. Tapi oleh perlakuan oknum Dinas BM Provinsi Lampung dengan memakai preman untuk mengamankan pekerjaan proyek , akhirnya nama baik Mesuji tercoreng lagi,” katanya.

Dihubungai via telpon Pukul 19.07 WIB, Pengawas Lapangan proyek tersebut, Mulyadi mengatakan tidak menyangka akan terjadi peristiwa tersebut. Karena, kata dia, Ishar datang dengan baik-baik dan berbicang dengan dirinya. Sampai Ishar ijin mau meliput dan pulang semua masih aman. 

"Tapi tiba-tiba datang orang, saya juga tidak kenal, pakai bahasa daerah gitu, lalu ribut. Saya pikir tidak ada masalah sebelumnya," katanya.

Mengenai orang yang mengaku bernama Tapeng dan bekerja pada proyek tersebut sebagai pengaman, Mulyadi membantah hal tersebut. Karena, ia mengatakan tidak ada rekrutmen preman di pekerjaan tersebut. 

"Saya pengawasnya disini, siapapun yang datang kita layani dengan baik kok, kalau ada yang bertanya kita jawab. mengenai pekerjaan ini," tutupnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: lampung@rilis.id
Tag :

premanisme

polres

PWI

mesuji

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya