Nunggu Perbaikan dari Pemerintah Tak Jelas, Warga di Lampung Barat Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
Arya Besari
Lampung Barat
“Di Sukarame, jalan yang seharusnya tanggung jawab pemerintah daerah malah jadi tanggung jawab masyarakat. Kami gotong royong karena kalau menunggu bantuan, bisa-bisa jalan ini tambah rusak,” ujar Rohman warga setempat.
Ironisnya, Balik Bukit merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Lambar, namun banyak ruas jalan di wilayah ini justru rusak berat dan diperbaiki secara swadaya.
“Ini pusat kabupaten, tapi jalannya seperti ini. Harusnya jadi contoh, bukan malah dibiarkan,” keluh warga lainnya.
Kondisi tak kalah memprihatinkan juga terlihat di Desa Seranggas, Kecamatan Balik Bukit.
Desa ini menjadi salah satu jalur utama antarwilayah. Sebelumnya, jalan penghubung Liwa-Hanakau sempat putus total akibat longsor pada pertengahan September 2025.
Warga kemudian menimbun badan jalan yang amblas dengan karung berisi tanah agar bisa dilalui kendaraan roda dua.
“Kalau tidak gotong royong, kami terisolasi. Ini satu-satunya akses anak-anak ke sekolah dan warga bekerja,” kata Edi, warga Seranggas.
Padahal, Plt Kepala Dinas PUPR Lambar Mia Miranda, pernah berjanji akan membangun jembatan darurat dari rangka baja dalam waktu 14 hari untuk mengatasi putusnya jalur tersebut.
“Dalam waktu sekitar 14 hari kami akan bangun jembatan darurat dari rangka baja agar akses warga tetap terbuka,” ujar Mia pada 20 September 2025 lalu.
Namun, lebih dari sebulan berlalu, janji tersebut belum juga terealisasi.
Jalan Rusak
Lampung Barat
pemerintah
swadaya
jalan rusak
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
